Aku memimpikanmu. Aku memimpikan engkau
yang telah berjalan begitu jauh namun tetap di sekitarku. Masih jelas suaramu
yang berkata ‘maaf, aku telah menikah dan
aku akan membahagiakan istriku’. Aku hanya bisa tersenyum, lidahku terlalu
kelu untuk mengucapkan sebuah restu atau sekedar ucapan selamat.
Ketika kau bilang istrimu mengandung,
sebuah godam menghantam batinku secara telak. Tapi syukurlah, wajahku masih
mampu tersenyum. Aku melupakan hal yang paling penting ketika memutuskan untuk
menunggumu sampai akhir. Bahwa suatu hari nanti, ketika fase menungguku
memasuki saat dimana melihatmu menikah, maka aku juga akan segera melihatmu
memiliki buah hati. Kau akan memiliki seorang manusia baru yang akan
mengelilingimu, mengasihimu dan menjagamu hingga akhir nanti. Lalu kau akan
memiliki sebuah keluarga yang menggabungkan keluargamu dan keluarga
pasanganmu,yang pastinya seperti kau
saat ini yang tak sudi dengan keberadaanku di sekitarmu, lalu akhirnya kau
membuatku berpikir kembali.
Kau berhasil membuatku berpikir bahwa
penantianku akan sia-sia. Bahwa sesungguhnya apa yang ku percaya tentang kita
memang telah habis terburai entah dimana. Bahwa kau, takkan pernah kembali
kesini.
Aku tak bisa menghentikan airmataku saat
mebuka mata dan menyadari itu adalah sebuah mimpi. Karna pelukan seseorang yang
menguatkanku dalam mimpi itu terlalu nyata. Seakan ia benar-benar merengkuhku
yang hencur berkeping-keping, hingga aku merasakan bahwa mimpiku nyata dan
begitu menyakitkan.
Tolonglah, jika kau memang ingin
mengusirku dari duniamu, aku akan pergi. Aku takkan menunggumu, takkan
mengganggumu ataupun mengusik kebahagiaanmu dengan sehembus nafasku di
sekitarmu. Jadi pergilah, bantu aku juga untuk mnghilangkan semua kebiasaan
seperti memimpikanmu setiap tanggal ini datang. Tolong… bantu aku menghentikan
seluruh sindrom tanggal 30 ini.
--------------------------------------------------------------oo------------------------------------------------------------------
30th
January - 1
Dari banyak hal yang ku ketahui di dunia
ini, mengenalmu adalah yang terbaik yang pernah ku dapatkan. Setelah 12 tahun
lebih mengenal namamu, wajahmu dan sifat masa kecilmu, akhirnya hari ini aku
mulai menganalmu lebih jauh. Ya, terima kasih untuk sebuah kesempatan yang tak
terduga ini, yang sungguh begitu membahagiakan hingga rasanya aku bisa
menandingi siapapun di dunia.
Kau memulainya dengan sebuah kecupan manis
di bibirku, menciptakan getaran asing melanda seluruh syaraf di tubuhku,
mematikan semua respon rasionalku dan aku hanya tau satu hal, aku harus
membalas ciumanmu.
Hari ini aku menanggalkan segala yang ku
punya untuk memberanikan diri mengungkapkan sebuah rasa padamu. Aku tidak
mempersiapkan bagaimana sikapku jika di tolak, karna aku terlalu yakin bahwa
kau akan menerimaku. Aku lupa, bahwa kau selalu bercerita tentang perasaanmu
pada seorang gadis canti yang ada di hatimu. Tapi malam ini aku hanya tau aku
begitu menyukaimu sampai hatiku bahkan tubuhku tak mampu menahan luapannya. Dan
ketika semua kata yang seharusnya tersusun rapih itu ku sampaikan, aku panik.
Karena semua hal yang ku lupakan kembali merayap ke dalam ingatanku. Tapi kau
memberikan sebait kalimat yang membuatku terdiam, aku bingung. Entah apa arti
dari kata-katamu itu, tapi aku tak merasa bahwa kau menolakku. Jadi ku pastikan
sekali lagi apakah aku boleh mendampingimu sampai waktu yang belum di tentukan,
kau berkata ‘YA’ sambil menggenggam
tanganku erat.
February 30th-1
Ini malam yang luar biasa untukku.
Sepanjang hari ini aku tak mampu menghapus senyum dari wajahku, apalagi ketika
beradu pandangan denganmu. Hari ini hari dimana kita berhasil mencapai 3o hari menjalani hubungan ini. Aku tak bisa
menutupi bagaimana aku bahagia ketika kau meminta maaf karna tak memiliki
apapun yang harus kau berikan pagi tadi, lalu kau membawakan sebuah buku yang
sedang ku inginkan pada malam ini. karena aku takkan peduli pada apa yang kau
bawa untukku. Kesempatan bersamamu adalah sebuah hadiah terindah untukku.
Kau menamai hubungan kita dengan indah.
Gabungan dari panggilanmu dan panggilanku. Jutek taring. Lalu aku menambahkan
sebuah do’a di belakangnya. Jutek Taring
Endless Love.
March 30th -1
Aku tak bisa behenti tersenyum ketika
menghias sebuah kue yang akan menjadi symbol bulan kedua kita bersama. Aku tak
bisa membanggakan kue ini seperti kue-kue layak di hari jadi bulanan pasangan
lain, tapi aku ingin setidaknya kau tau, aku membuatnya sambil membayangkan
wajahmu yang tersenyum.
Ketika kau datang dengan sebuah senyum,
aku rasanya ingin menangis bahagia, terlebih saat kau mengucapkan “selamat hari jadi bulanan yang kedua,
taring. Aku mencintaimu”. Aku hanya bisa tersenyum menggenggam tanganmu
sambil mengatakan hal yang sama. “selamat
hari jadi yang kedua, jutekku. Semoga hari-hari ini akan terus berlanjut. Aku
mencintaimu.”
April 30th -1
Senyumku agak tidak
mengembang hari ini, karena pertengkaran kita yang mulai menjenuhkan. Ini hari
special kita kan sayang? Do’aku untuk hari kita ku tuliskan di atas coklat
berbentuk hati yang ku harap tak akan pernah kau makan, karena aku
mengawetkannya.
Aku selalu bahagia melihat senyumu ketika
merangkul kepalaku sambil mengucapkan terimakasih. Tak ada yang lebih
membahagiakan bagiku selain hubungan kita , jadi aku mohon berbahagialah selama
aku mendampingimu. Selama-lamanya.
May 30th -1
Sebenarnya aku ingin tak percaya bahwa
hari ini terjadi. Setelah pertengkaran kita yang mulai lebih dari memuakkan,
hari ini masih hadir untuk membawa kedamaian dan cinta untuk hubungan kita. Aku
begitu sedih mendapatimu menduakan hati, apalagi kau tak menyangkalnya. Tapi
aku sadar bahwa aku tak bisa, aku tak sanggup untuk berhenti mendampingimu.
Sesakit apapun aku, aku masih akan berjuang menjadi taring untuk jutekku.
Sampai waktu dimana dirimu memintaku untuk berhenti, selamanya.
Hari ini masih membawa senyum untukku,
hari yang kita habiskan di sebuah mall di Jakarta timur dengan menonton di
bioskop seharian penuh. Keterbatasan ekonomi yang berlarian di sekitar kita,
agaknya mulai merubah sebuah pandangan.
June 30th -1
Aku ingin memelukmu setiap kau
menyempatkan diri untuk memberiku sebuah senyuman dan kecupan di dahi sepulang
kerja. Kau benar-benar memikirkan hubungan ini sampai mencari kerja untuk
membiayai semua urusan di hubungan kita. Hari jadi ke-5 ini kita bahkan mampu
untuk berwisata agak jauh dan membeli beberapa barang kenangan. Tapi jujur saja, aku merasa waktumu mulai
terbeli, bolehkah aku memintamu untuk berhenti saja?
Pertengkaran
mulai mengisi hari-hari kita. Janji untuk menghindari kata terlarang itupun
sudah patah. ‘Putus’ telah bertebaran dimana-mana sekarang. Aku tau aku
menyakitimu, sedangkan kau mulai tunduk pada apa yang ku katakan. Bukan seperti
ini Ju! Bukan seperti ini seharusnya!
Kau datang di tengah malam, dan berkata “aku
sudah resign, aku punya waktu untukmu sekarang, ku mohon jangan bilang pisah,
aku sudah terlalu sangat mencintaimu, ring” lalu kau mengembalikan segalanya,
tepat pada tempatnya.
July 30th -1
Another fight, another broke. Maafkan aku
yang selama sebulan ini mengucapkan kala putus berkali-kali. Aku bukan berhenti
menghargaimu, bukan. Bukan juga berhenti mencintaimu,tidak! Aku hanya mulai
bingung dan jenuh. Lalu beranjak tak tau diri untuk menjaga hubungan ini. Cintamu
yang memanjakanku telah berbuah perih untukmu. Maaf… maafkan aku untuk setiap
hari dimana aku menyakitimu. Menghinamu lebih parah dari siapapun,
merendahkanmu hingga kau muak bersamaku. Dan, terima kasih telah tetap
menjadikan hari ini membahagiakan.
August 30th -1
“Aku muak! Muak padamu, muak pada hubungan
ini dan aku berharap sesuatu bisa menghapus semua tentang kita! Pergi,
menghilang, hangus. Terserah, asal kau tak pernah lagi memohon untuk kembali
padaku, aku butuh yang lebih baik, aku bisa lebih baik dari ini dan pantas
dapat yang terbaik!” Kataku sepanjang bulan ini. Tapi, lagi-lagi tanggal ini
mendatangkan sebuah kejutan. Kau datang dengan sebuah senyuman yang terlihat
begitu lelah dan berkata “Bisakah kau menghargai aku? Aku telah rela memohon
agar kau bertahan sedikit lagi denganku, sedikit lagi saja. Sampai aku bisa
menjadikan hatimu hanya penuh tentang aku dan takkan pernah lagi mengeluarkan
kata terlarang itu”
September 30th-1
“HARGAI AKU” Katamu. Mungkin ini hari
terjelek dalam hubungan kita, hari yang biasanya membawa kebahagiaan bagi kita,
hancur lebur karna lagi-lagi aku mulai lupa diri bahwa aku tidak cukup baik
untukmu, belum. Aku masih harus memperbaiki diri, tapi yang ku lakukan malah
sebaiknya.
Kau sudah menyempatkan diri mengunjungiku
di tengah aktivitasmu yang mulai luber dan terburai-burai, dengan wajah yang
sama lelahnya dengan sebelum-sebelumnya. Aku ingin merengkuh wajahmu dalam
genggaman tangku yang besar ini, lalu mengecup setiap jengkalnya, namun
ke-egoisanku menghilangkan hal itu. Aku hanya memandangmu rendah sampai-sampai
kau marah dan meninggalkanku.
Aku memintamu untuk libur di hari
ulangtahunku, tapi kau tidak bisa memenuhinya. Aku tau, kau tidak akan tinggal
diam dan memberiku kejutan, tapi aku menginginkan sehari bersamamu!! Hari yang
kini jarang sekali kita miliki sejak kau kembali bekerja. Aku cemburu, aku
takut kau menemukan sebuah lingkungan disana sedangkn hatimu tak sekuat aku. Maaf,
aku harus mencari orang lain untuk menyayangiku lebih.
October 30th -1
Pertengkaran besar.
November 30th -1
Tidak ada lagi kamu apalagi kita. Hanya ada
kehancuran yang menaungi hari-hariku setelah kau mengundurkan diri dari
hubungan kita. Di mulai dari ponsel barumu yang berisi foto seorang wanita yang
tanpa ku telitipun, sudah jauh melampauiku. Aku hanya minta kau untuk menjaga
hatimu, kau pun mengatakan iya, tapi tetap saja tak membuatku puas. Aku menginginkan
hatimu untukku. Hanya untukku. Sulitkah kamu mengerti kata-kata itu? Terlalu egoiskah
aku? Jika iya, kemana kata-kata indah yang kau untai untuk mempertahankan aku
beberapa bulan lalu ?!
December 30th-1
Sudah bulan kedua tanpamu. Kamu berlari
dan aku tenggelam. Sebuah fakta yang menyenangkan.
January 30th-2
Happy failed anniversary. Sungguh ucapan
yang indah dari setiap orang yang mengenalku dengan baik. Seharusnya, ini jadi
sebuah hari yang paling special dari segalanya. Tapi semua sudah berakhir,
tanpa aku sempat membuka mataku dari mimpi-mimpi tengtang kita. Haha! Kau kini
telah terbang, lalu aku semakin tenggelam.
satu dari seorang sahabatku memberikan solusi,'bagaimana kalau kau menunggunya saja, seperti sebuah film tentang seorang pria yang menunggu cinta sejatinya selama 50 tahun? ia menunggu tanpa mencintai orang lain, sampai wanita yang ia cintai kembali padanya, walau rambut telah putih dan ia telah memiliki keluarga sebelumnya. mau?'
Dan itulah pilihanku.
December 30th-2
sebuah mimpi menghancurkan penantianku, setelah ini, apa yang harus aku percaya untuk tetap berpijak di kedua kakiku?
to be continued......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar