Minggu, 13 Januari 2013

30th syndrome



     Aku memimpikanmu. Aku memimpikan engkau yang telah berjalan begitu jauh namun tetap di sekitarku. Masih jelas suaramu yang berkata ‘maaf, aku telah menikah dan aku akan membahagiakan istriku’. Aku hanya bisa tersenyum, lidahku terlalu kelu untuk mengucapkan sebuah restu atau sekedar ucapan selamat.
     Ketika kau bilang istrimu mengandung, sebuah godam menghantam batinku secara telak. Tapi syukurlah, wajahku masih mampu tersenyum. Aku melupakan hal yang paling penting ketika memutuskan untuk menunggumu sampai akhir. Bahwa suatu hari nanti, ketika fase menungguku memasuki saat dimana melihatmu menikah, maka aku juga akan segera melihatmu memiliki buah hati. Kau akan memiliki seorang manusia baru yang akan mengelilingimu, mengasihimu dan menjagamu hingga akhir nanti. Lalu kau akan memiliki sebuah keluarga yang menggabungkan keluargamu dan keluarga pasanganmu,yang pastinya seperti  kau saat ini yang tak sudi dengan keberadaanku di sekitarmu, lalu akhirnya kau membuatku berpikir kembali.
     Kau berhasil membuatku berpikir bahwa penantianku akan sia-sia. Bahwa sesungguhnya apa yang ku percaya tentang kita memang telah habis terburai entah dimana. Bahwa kau, takkan pernah kembali kesini.
     Aku tak bisa menghentikan airmataku saat mebuka mata dan menyadari itu adalah sebuah mimpi. Karna pelukan seseorang yang menguatkanku dalam mimpi itu terlalu nyata. Seakan ia benar-benar merengkuhku yang hencur berkeping-keping, hingga aku merasakan bahwa mimpiku nyata dan begitu menyakitkan.
     Tolonglah, jika kau memang ingin mengusirku dari duniamu, aku akan pergi. Aku takkan menunggumu, takkan mengganggumu ataupun mengusik kebahagiaanmu dengan sehembus nafasku di sekitarmu. Jadi pergilah, bantu aku juga untuk mnghilangkan semua kebiasaan seperti memimpikanmu setiap tanggal ini datang. Tolong… bantu aku menghentikan seluruh sindrom tanggal 30 ini.
--------------------------------------------------------------oo------------------------------------------------------------------
30th January - 1
     Dari banyak hal yang ku ketahui di dunia ini, mengenalmu adalah yang terbaik yang pernah ku dapatkan. Setelah 12 tahun lebih mengenal namamu, wajahmu dan sifat masa kecilmu, akhirnya hari ini aku mulai menganalmu lebih jauh. Ya, terima kasih untuk sebuah kesempatan yang tak terduga ini, yang sungguh begitu membahagiakan hingga rasanya aku bisa menandingi siapapun di dunia.
     Kau memulainya dengan sebuah kecupan manis di bibirku, menciptakan getaran asing melanda seluruh syaraf di tubuhku, mematikan semua respon rasionalku dan aku hanya tau satu hal, aku harus membalas ciumanmu.  
     Hari ini aku menanggalkan segala yang ku punya untuk memberanikan diri mengungkapkan sebuah rasa padamu. Aku tidak mempersiapkan bagaimana sikapku jika di tolak, karna aku terlalu yakin bahwa kau akan menerimaku. Aku lupa, bahwa kau selalu bercerita tentang perasaanmu pada seorang gadis canti yang ada di hatimu. Tapi malam ini aku hanya tau aku begitu menyukaimu sampai hatiku bahkan tubuhku tak mampu menahan luapannya. Dan ketika semua kata yang seharusnya tersusun rapih itu ku sampaikan, aku panik. Karena semua hal yang ku lupakan kembali merayap ke dalam ingatanku. Tapi kau memberikan sebait kalimat yang membuatku terdiam, aku bingung. Entah apa arti dari kata-katamu itu, tapi aku tak merasa bahwa kau menolakku. Jadi ku pastikan sekali lagi apakah aku boleh mendampingimu sampai waktu yang belum di tentukan, kau berkata ‘YA’ sambil menggenggam tanganku erat.
February 30th-1
     Ini malam yang luar biasa untukku. Sepanjang hari ini aku tak mampu menghapus senyum dari wajahku, apalagi ketika beradu pandangan denganmu. Hari ini hari dimana kita berhasil mencapai 3o hari menjalani hubungan ini. Aku tak bisa menutupi bagaimana aku bahagia ketika kau meminta maaf karna tak memiliki apapun yang harus kau berikan pagi tadi, lalu kau membawakan sebuah buku yang sedang ku inginkan pada malam ini. karena aku takkan peduli pada apa yang kau bawa untukku. Kesempatan bersamamu adalah sebuah hadiah terindah untukku.
     Kau menamai hubungan kita dengan indah. Gabungan dari panggilanmu dan panggilanku. Jutek taring. Lalu aku menambahkan sebuah do’a di belakangnya. Jutek Taring Endless Love.
March 30th -1
      Aku tak bisa behenti tersenyum ketika menghias sebuah kue yang akan menjadi symbol bulan kedua kita bersama. Aku tak bisa membanggakan kue ini seperti kue-kue layak di hari jadi bulanan pasangan lain, tapi aku ingin setidaknya kau tau, aku membuatnya sambil membayangkan wajahmu yang tersenyum.
     Ketika kau datang dengan sebuah senyum, aku rasanya ingin menangis bahagia, terlebih saat kau mengucapkan “selamat hari jadi bulanan yang kedua, taring. Aku mencintaimu”. Aku hanya bisa tersenyum menggenggam tanganmu sambil mengatakan hal yang sama. “selamat hari jadi yang kedua, jutekku. Semoga hari-hari ini akan terus berlanjut. Aku mencintaimu.
April 30th -1
     Senyumku agak tidak mengembang hari ini, karena pertengkaran kita yang mulai menjenuhkan. Ini hari special kita kan sayang? Do’aku untuk hari kita ku tuliskan di atas coklat berbentuk hati yang ku harap tak akan pernah kau makan, karena aku mengawetkannya.
     Aku selalu bahagia melihat senyumu ketika merangkul kepalaku sambil mengucapkan terimakasih. Tak ada yang lebih membahagiakan bagiku selain hubungan kita , jadi aku mohon berbahagialah selama aku mendampingimu. Selama-lamanya.
May 30th -1
     Sebenarnya aku ingin tak percaya bahwa hari ini terjadi. Setelah pertengkaran kita yang mulai lebih dari memuakkan, hari ini masih hadir untuk membawa kedamaian dan cinta untuk hubungan kita. Aku begitu sedih mendapatimu menduakan hati, apalagi kau tak menyangkalnya. Tapi aku sadar bahwa aku tak bisa, aku tak sanggup untuk berhenti mendampingimu. Sesakit apapun aku, aku masih akan berjuang menjadi taring untuk jutekku. Sampai waktu dimana dirimu memintaku untuk berhenti, selamanya.
     Hari ini masih membawa senyum untukku, hari yang kita habiskan di sebuah mall di Jakarta timur dengan menonton di bioskop seharian penuh. Keterbatasan ekonomi yang berlarian di sekitar kita, agaknya mulai merubah sebuah pandangan.
June 30th -1
     Aku ingin memelukmu setiap kau menyempatkan diri untuk memberiku sebuah senyuman dan kecupan di dahi sepulang kerja. Kau benar-benar memikirkan hubungan ini sampai mencari kerja untuk membiayai semua urusan di hubungan kita. Hari jadi ke-5 ini kita bahkan mampu untuk berwisata agak jauh dan membeli beberapa barang kenangan.  Tapi jujur saja, aku merasa waktumu mulai terbeli, bolehkah aku memintamu untuk berhenti saja?
     Pertengkaran mulai mengisi hari-hari kita. Janji untuk menghindari kata terlarang itupun sudah patah. ‘Putus’ telah bertebaran dimana-mana sekarang. Aku tau aku menyakitimu, sedangkan kau mulai tunduk pada apa yang ku katakan. Bukan seperti ini Ju!  Bukan seperti ini seharusnya!
Kau datang di tengah malam, dan berkata “aku sudah resign, aku punya waktu untukmu sekarang, ku mohon jangan bilang pisah, aku sudah terlalu sangat mencintaimu, ring” lalu kau mengembalikan segalanya, tepat pada tempatnya.
July 30th -1
     Another fight, another broke. Maafkan aku yang selama sebulan ini mengucapkan kala putus berkali-kali. Aku bukan berhenti menghargaimu, bukan. Bukan juga berhenti mencintaimu,tidak! Aku hanya mulai bingung dan jenuh. Lalu beranjak tak tau diri untuk menjaga hubungan ini. Cintamu yang memanjakanku telah berbuah perih untukmu. Maaf… maafkan aku untuk setiap hari dimana aku menyakitimu. Menghinamu lebih parah dari siapapun, merendahkanmu hingga kau muak bersamaku. Dan, terima kasih telah tetap menjadikan hari ini membahagiakan.
August 30th -1
     “Aku muak! Muak padamu, muak pada hubungan ini dan aku berharap sesuatu bisa menghapus semua tentang kita! Pergi, menghilang, hangus. Terserah, asal kau tak pernah lagi memohon untuk kembali padaku, aku butuh yang lebih baik, aku bisa lebih baik dari ini dan pantas dapat yang terbaik!” Kataku sepanjang bulan ini. Tapi, lagi-lagi tanggal ini mendatangkan sebuah kejutan. Kau datang dengan sebuah senyuman yang terlihat begitu lelah dan berkata “Bisakah kau menghargai aku? Aku telah rela memohon agar kau bertahan sedikit lagi denganku, sedikit lagi saja. Sampai aku bisa menjadikan hatimu hanya penuh tentang aku dan takkan pernah lagi mengeluarkan kata terlarang itu”
September 30th-1
     “HARGAI AKU” Katamu. Mungkin ini hari terjelek dalam hubungan kita, hari yang biasanya membawa kebahagiaan bagi kita, hancur lebur karna lagi-lagi aku mulai lupa diri bahwa aku tidak cukup baik untukmu, belum. Aku masih harus memperbaiki diri, tapi yang ku lakukan malah sebaiknya.
     Kau sudah menyempatkan diri mengunjungiku di tengah aktivitasmu yang mulai luber dan terburai-burai, dengan wajah yang sama lelahnya dengan sebelum-sebelumnya. Aku ingin merengkuh wajahmu dalam genggaman tangku yang besar ini, lalu mengecup setiap jengkalnya, namun ke-egoisanku menghilangkan hal itu. Aku hanya memandangmu rendah sampai-sampai kau marah dan meninggalkanku.
     Aku memintamu untuk libur di hari ulangtahunku, tapi kau tidak bisa memenuhinya. Aku tau, kau tidak akan tinggal diam dan memberiku kejutan, tapi aku menginginkan sehari bersamamu!! Hari yang kini jarang sekali kita miliki sejak kau kembali bekerja. Aku cemburu, aku takut kau menemukan sebuah lingkungan disana sedangkn hatimu tak sekuat aku. Maaf, aku harus mencari orang lain untuk menyayangiku lebih.
October 30th -1
     Pertengkaran besar.
November 30th -1
     Tidak ada lagi kamu apalagi kita. Hanya ada kehancuran yang menaungi hari-hariku setelah kau mengundurkan diri dari hubungan kita. Di mulai dari ponsel barumu yang berisi foto seorang wanita yang tanpa ku telitipun, sudah jauh melampauiku. Aku hanya minta kau untuk menjaga hatimu, kau pun mengatakan iya, tapi tetap saja tak membuatku puas. Aku menginginkan hatimu untukku. Hanya untukku. Sulitkah kamu mengerti kata-kata itu? Terlalu egoiskah aku? Jika iya, kemana kata-kata indah yang kau untai untuk mempertahankan aku beberapa bulan lalu ?!
December 30th-1
     Sudah bulan kedua tanpamu. Kamu berlari dan aku tenggelam. Sebuah fakta yang menyenangkan.
January 30th-2
     Happy failed anniversary. Sungguh ucapan yang indah dari setiap orang yang mengenalku dengan baik. Seharusnya, ini jadi sebuah hari yang paling special dari segalanya. Tapi semua sudah berakhir, tanpa aku sempat membuka mataku dari mimpi-mimpi tengtang kita. Haha! Kau kini telah terbang, lalu aku semakin tenggelam.
     satu dari seorang sahabatku memberikan solusi,'bagaimana kalau kau menunggunya saja, seperti sebuah film tentang seorang pria yang menunggu cinta sejatinya selama 50 tahun? ia menunggu tanpa mencintai orang lain, sampai wanita yang ia cintai kembali padanya, walau rambut telah putih dan ia telah memiliki keluarga sebelumnya. mau?' 
Dan itulah pilihanku.
December 30th-2
     sebuah mimpi menghancurkan penantianku, setelah ini, apa yang harus aku percaya untuk tetap berpijak di kedua kakiku?
to be continued......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar